Shares
  • Facebook
  • Twitter
  • Gmail
  • LinkedIn

 

Cara membuat bibit f2 menggunakan media jagung

Tidak bisa dipungkiri kebutuhan jamur tiram untuk dikonsumsi oleh masyarakat semakin hari semakin banyak. Ini tidak lepas dari semakin meningkatnya kesadaran masyarakat akan kebutuhan gizi yang baik untuk tubuh. Seperti yang kita ketahui didalam jamur tiram terdapat banyak zat gizi dan mineral yang sangat dibutuhkan oleh tubuh.

Hal tersebut juga mendorong produsen jamur tiram untuk meningkatkan kapasitas produksi jamur tiramnya. Namun seperti pepatah ” tidak semudah membalikkan telapak tangan” ada saja kendala yang dihadapi petani untuk memperbesar kapasitas produksinya. Mulai dari terkendala modal, cuaca, bahkan terkendala bahan baku untuk memproduksi jamur.

Salah satu kendala yang sering dihadapi oleh petani adalah ketersediaan bibit jamur tiram dengan kualitas yang baik. Mungkin memang banyak produsen bibit jamur yang tersedia sekarang, baik yang menjual bibit melalui cara on line atau pun off line. Hanya saja itu tidak cukup memenuhi kebutuhan para petani.

Atas dasar itu mari kita bersama sama belajar membuat bibit f2 dengan kualitas baik menggunakan media jagung.

1. Pertama adalah menyediakan alat dan bahan

Alat :

  • Lampu bunsen 2 buah
  • Spatula
  • Alkohol 95%
  • Kapas
  • Koran
  • Karet gelang
  • Panci
  • Timba

Bahan bahan :

  • Jagung

2. Langkah kedua :

Langkah kedua adalah yang sangat penting. Langkah kedua ini sangat mempengaruhi tingkat keberhasilan pembuatan media bibit jagung ini.
Perlu diketahui dalam memilih jagung haruslah jagung yang terbaik. Jangan memilih jagung karena harganya yang murah. Karena biasanya jagung murah itu jagung yang kurang baik kualitasnya.
Selain itu pemilihan jagung harus memilih ukurannya juga, ada dua jenis jagung berdasarkan ukurannya.

  • Pertama adalah jagung ukuran besar. Jagung ini murah, tapi memiliki kekurangan. Yaitu ketika sudah di inokulasi pada baglog, jika terlalu banyak memasukkan butiran jagung ke dalam baglog maka akan membusuk. Dan biasanya akan mengundang datangnya hama seperti ulat dan tungau. Kelebihannya harga murah dan banyak tersedia di pasaran.

Jagung kecil

  • Kedua adalah jagung ukuran kecil. Jagung ini biasanya dijadikan pakan burung dara oleh peternak burung, atau pakan ayam Bangkok. Harga jagung ini lebih mahal, berkisar antara Rp 8.000 – Rp 10.000. Namun kelebihannya tidak akan membusuk seperti jagung besar. Hanya ketersedisannya dipasar kadang kosong.

Setelah jagung anda dapatkan Langkah selanjutnya adalah :

  • Mencuci jagung sampai bersih.
  • Sortir jagung yang berisi dan yang tidak biasanya jagung yang berisi tenggelam ke dasar ember dan yang tidak akan mengapung, maka buanglah jagung yang mengapung dan gunakanlah jagung yang tenggelam saja.
  • Rendamlah jagung didalam ember kurang lebih selama 24 jam, dengan tujuan agar jagung menjadi empuk dan mempersingkat waktu perebusan.
  • Setelah 24 jam, bersihkan kembali jagung tadi lalu rebus jagung selama 30 menit.
  • Setelah 30 menit, angkat jagung lalu tiriskan dan dinginkan sampai kadar air berkurang.
  • Angin anginkan sampai jagung tidak lengket satu sama lain.
  • Masukkan ke dalam botol.
  • Lalu sumbat mulut botol menggunakan kapas, dan tutup menggunakan plastik.
3. Sterilisasi

Sterilisasi adalah hal paling penting, berhasil atau tidaknya terletak pada proses ini. Jika media kurang steril maka dapat dipastikan bibit anda akan terkontaminasi.
Jadi jangan pelit untuk mengeluarkan biaya lebih dalam proses sterilisasi.

Bagai mana langkahnya? Langkahnya sama seperti kita mensterilisasikan baglog, namun dibutuhkan waktu yang lebih lama. Jika dibandingkan proses sterilisasi baglog maka proses sterilisasi bibit ini membutuhkan waktu 2 kali lipat lebih lama.
Jadi seumpama proses sterilisasi baglog anda 4 jam maka untuk bibit dibutuhkan waktu 6 – 8 jam.
Setelah dikukus dinginkan bibit dengan cara dibalik ( mulut botol ditaruh dibawah) proses pembalikan ini bertujuan untuk mengurangi kadar air didalam botol.

Jika anda memiliki autoclave maka proses sterilisasi ini menjadi sangat optimal. Namun jika anda tidak memilikinya bisa menggunak tong / drum bekas oli.

4. Inokulasi

Perlu diperhatikan kebersihan ruangan inokulasi harus dijaga, sirkulasi udara dan sebaiknya proses inokulasi ini dilakukan diruangan tertutup untuk mendapatkan hasil yang baik.
Langkah langkahnya sebagai berikut :

  1. Siapkan peralatan : lampu bunsen, alkohol, spatula, koran bekas, karet gelang dan kapas.
  2. Persiapkan bibit f1 anda dengan terlebih dahulu di semprot menggunakan alkohol, lalu dibakar.
  3. Geruslah f1, usahan dalam penggerusan ini selalu berada di dekat api lampu bunsen untuk meminimalisir bibit f2 terkontaminasi.
  4. Setelah bibit f1 dimasukkan kedalam f2, segera tutup menggunakan kapas, lalu koran dan di ikat menggunakan karet gelang.
  5. Letakkan bibit f2 ditempat yang kering dan sedikit hangat, ini bettujuan untuk merangsang pertumbuhan misilium.

Kurang lebihnya seperti itu proses pembuatan media bibit f2, perlu diingat setiap petani memiliki cara masing masing dalam membuat media bibit f2.
Jadi jangan jadikan artikel ini sebagai cara paten membuat media f2. Jadikanlah sebagai bahan perbandingan, carilah cara yang terbaik menurut anda.

Demikian penjelasan saya, semoga bermanfaat dan menjadi ilmu untuk kita bersama. Salam sukses!!

Butuh bantuan? Ngobrol dengan kami

Berlangganan Newsletter Kami

ubscribe Ke Newsletter Kami

Bergabunglah Dengan Kami Untuk Mendapatkan Diskon Dan Berita Terbaru Tentang Budidaya Jamur

Bergabunglah dengan milis kami untuk menerima berita terbaru dan pembaruan dari tim k

Bergabunglah dengan milis kami untuk menerima berita terbaru dan pembaruan dari tim kami.

 

Selamat Anda Berhasil Berlangganan

Pin It on Pinterest