Cara Membuat Bibit Jamur Tiram

oleh | Nov 3, 2019 | Cara membuat bibit | 0 Komentar

Cara Membuat Bibit Jamur Tiram

Membudidayakan jamur dari berbagai jenis memiliki kesamaan tahapan antara lain 1. menyiapkan bibit jamur yang akan dibudidayakan,

  1. menyiapkan media tanam (proses pembuatan media tanam akan berbeda pada jamur kayu dan jamur kompos),
  2. proses inokulasi (menaruh bibit di media tanam),
  3. pemutihan (proses menunggu miselium jamur menutupi media tanam) dan
  4. proses perawatan selama siklus panen dan terakhir adalah proses paska siklus panen. Kelima proses tadi adalah tahapan yang paling umum ditemukan di setiap pembudidayaan jamur.

1. menyiapkan bibit jamur yang akan dibudidayakan,

  1. menyiapkan media tanam (proses pembuatan media tanam akan berbeda pada jamur kayu dan jamur kompos),
  2. proses inokulasi (menaruh bibit di media tanam),
  3. pemutihan (proses menunggu miselium jamur menutupi media tanam) dan
  4. proses perawatan selama siklus panen dan terakhir adalah proses paska siklus panen. Kelima proses tadi adalah tahapan yang paling umum ditemukan di setiap pembudidayaan jamur.

Untuk tulisan kali ini, Jamur.info akan menjelaskan tahapan pertama yaitu menyiapkan bibit dari jamur tiram. Bibit jamur di bagi menjadi F0, F1, F2 dan seterusnya. F adalah singkatan dari filial sederhananya, angka di belakang huruf F adalah fase pertumbuhan bibit dilihat dari media.

F0 adalah bibit awal yang ditumbuhkan pada media PDA (Potatoes Dextrose Agar) yaitu media yang dibuat dari sari kentang dan agar.

F0 bisa diumpamakan sebagai bayi jamur.

F adalah singkatan dari filial sederhananya, angka di belakang huruf F adalah fase pertumbuhan bibit dilihat dari media.

F0 adalah bibit awal yang ditumbuhkan pada media PDA (Potatoes Dextrose Agar) yaitu media yang dibuat dari sari kentang dan agar.

F0 bisa diumpamakan sebagai bayi jamur.

F1 adalah fase bibit berikutnya. Media di F1 adalah biji-bijian yang memiliki kandungan gizi tinggi, umumnya yang dipakai adalah jagung, sorghum, atau milet. Bibit F1 boleh diumpamakan sebagai anak kecil yang tumbuh dari fase bayi F0. Lalu terakhir adalah fase F2 yaitu fase remaja sampai dewasa bagi jamur.

Bibit F2

adalah bibit yang sudah dimasukkan ke dalam media tanam dari bahan serbuk gergaji (baglog) dan siap melewati proses pemutihan.

Bibit F1

boleh diumpamakan sebagai anak kecil yang tumbuh dari fase bayi F0. Lalu terakhir adalah fase F2 yaitu fase remaja sampai dewasa bagi jamur.

Bibit F2 adalah bibit yang sudah dimasukkan ke dalam media tanam dari bahan serbuk gergaji (baglog) dan siap melewati proses pemutihan.

Tadi sempat disebutkan masih ada F berikutnya. Bibit F2 bisa diturunkan lagi sampai F3 dengan media tanam sama dengan F2, begitu pun seterusnya. Namun kualitas bibit F3 tidak sebaik kualitas bibit F2 karena miselium sudah masuk fase dewasa dan sudah seharusnya masuk ke siklus panen. Pembuatan bibit F3 dan seterusnya hanya akan membuat miselium bertambah tua dan sama seperti manusia, akan merasakan penurunan fungsi tubuh. Kalau miseliumnya sudah kakek-kakek kan jadi sudah tidak kuat untuk menumbuhkan tubuh buah yang merupakan alat perkembangbiakan jamur.

Pembuatan bibit F3 dan seterusnya hanya akan membuat miselium bertambah tua dan sama seperti manusia, akan merasakan penurunan fungsi tubuh. Kalau miseliumnya sudah kakek-kakek kan jadi sudah tidak kuat untuk menumbuhkan tubuh buah yang merupakan alat perkembangbiakan jamur.

Masih bingung dengan penjelasan dinding teks barusan? Supaya lebih paham, langsung praktek saja. Untuk membantu menyerap informasi mengenai pembuatan bibit jamur, Jamur info membagi per fase per laman.

Supaya lebih paham, langsung praktek saja. Untuk membantu menyerap informasi mengenai pembuatan bibit jamur, MusHome membagi per fase per laman.

Toko Bibit Jamur

Menjual Bibit Jamur Tiram Putih, Bibit Jamur Tiram F1, Bibit Jamur Tiram F2, Baglog Jamur.

Produk Kami Aman Terhadap Kontaminasi, Di Produksi Pengawasaan Ketat, Melalui Berbagai Tahap Untuk Menjaga Kualitas Dan Mutu Produk Bibit Jamur

Jamur Info

Terimakasih sudah meluangkan waktu untuk membaca semoga artikel jamur info bisa bermanfaat bagi petani jamur di seluruh indonesia salam admin

Lihat Posting Terkait Ini

Campuran Baglog Jamur Tiram Putih

Campuran Baglog Jamur Tiram Putih

membuat campuran media baglog Setelah serbuk gergaji cukup waktu, dibuatlah campuran media baglog. Refferensi campuran antara lain :- Serbuk gergaji 100kg - Tepung jagung 10 kg - Dedak/bekatul 10 kg - Pupuk sp 36 0.5kg - Gip 0.5 kg - air 50 - 60% Referensi lain : -...

baca lainnya
Cara Membuat Bibit F0 Jamur Tiram Putih

Cara Membuat Bibit F0 Jamur Tiram Putih

Bibit F0 Bibit F0 adalah bayi jamur yang ditumbuhkan pada media PDA (Potatoes Dextrose Agar). Jadi pertama kita buat dulu media PDA. Ini bahan-bahan, peralatan dan perlengkapan yang dibutuhkan Agar-agar (bisa mere kapa saja, pilih yang tidak berwarna) Gula putih 30 gr...

baca lainnya
Cara Membuat Bibit F2 Jamur Tiram

Cara Membuat Bibit F2 Jamur Tiram

Bibit F2 adalah bibit pada media tanam yang sudah siap memasuki siklus panen. Media yang digunakan untuk bibit F2 adalah serbuk kayu dan umumnya dimasukkan ke dalam kantong plastik ukuran 2 kg untuk memudahkan transportasi. Kantong plastik berisi serbuk kayu ini...

baca lainnya

0 Comments

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *